Ical Menang Telak, Agung Laksono Tunggu Belas Kasihan Menkumham

Rimanews – Segera setelah mencium indikasi terpilihnya Aburizal Bakrie secara aklamasi, kubu Agung Laksono langsung berupaya hukum untuk mendelegitimasi Munas Golkar di Bali. Agung cs menyurati Kementerian Hukum dan HAM tentang pergantian kepengurusan partai Golkar. Dalam surat itu, Agung ingin mengesahkan Presidium Penyelamat Partai sekaligus pembentukan DPP Golkar yang baru. Agung juga memecat Ketum Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjennya, Idrus Marham. Apabila surat itu disahkan oleh Kemenkumham, otomatis munas Bali dinyatakan ilegal. Baca Juga Adu Jotos Golkar KPK Tetapkan Anggota DPR Golkar Tersangka Baku Hantam Sesama Kader Golkar, Novanto: Hanya Salah Paham Buntut “Kita Indonesia”: Kronologi Pemukulan Sesama Anggota Golkar Polisi Panggil Yorrys Terkait Pemukulan Fayakhun Andriadi Selain itu, kubu Agung kini tengah menyiapkan munas tandingan di Jakarta pada Januari 2015. Pengurus daerah yang siap hadir diklaim mencapai ratusan. “Sebenarnya ada 300an pengurus daerah condong memilih musyawarah di Jakarta,” kata Agun Gunanjar. Sejak era Reformasi, seolah sudah menjadi tradisi adanya eksodus hingga pembentukan partai baru pascamunas. Sebelumnya, perpindahan besar-besaran terjadi pada 1998. Sejumlah partai seperti Hanura, Gerindra dan terkahir NasDem juga digawangi oleh kader yang tak puas dengan kepemimpinan di Golkar. Sebelumnya, kubu Agung juga menilai terpilihnya Ical, panggilan akrab ARB, adalah hasil dari skenario politik. Skenario yang dimaksud adalah pasal 22 ayat (4) dalam tata tertib Munas Golkar ke-9 itu. Menurut Agun Gunanjar, pasal tersebut memaksa peserta yang memiliki hak suara untuk mengajukan bakal calon secara tertulis dan menyatakan memilihnya pada saat pandangan umum. “Ini jelas skenario. Kalau seperti itu, kan, sama saja disuruh mengungkapkan calonnya dan bisa dihitung. Artinya, seperti pemilihan terbuka,” katanya, Senin (1/12). Gelagat munas hanya bertujuan memenangkan Ical disinyalir menjadi sebab Airlangga Hartarto menarik diri dari pencalonan. Airlangga, sebelumnya, termasuk inisiator Presidium Penyelamat Partai yang mendukung Agung. Pendukung pencalonan Airlangga meneriakkan ancaman bakal hengkang dari partai beringin. “Akan ada migrasi besar-besaran 91 anggota DPR dari fraksi Golkar,” kata tim sukses Airlangga, Melchis Markus Mekeng di Bali, Senin (1/12). Dia memperkirakan kader Golkar yang melompat bakal terjadi menjelang Pemilu 2019 mendatang. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : golkar , agung laksono , Agun Gunanjar , politik , Nasional

Sumber: RimaNews