Tak Ada Tilang di Ganjil Genap, Pelanggar Membludak

Rimanews – Tidak adanya sanksi tilang pada uji coba pembatasan kendaraan melalui mekanisme ganjil genap menyebabkan tingginya angka pelanggaran. Hingga sepekan pemberlakuan kebijakan ganjil genap, sudah hampir 5.000 orang melakukan pelanggaran. “Hari ke-6 terjadi kenaikan pelanggaran sebanyak 31 persen,” kata Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto kepada Rimanews, Kamis (4/08/2016). Baca Juga Polda Tolak Penangguhan Penahanan Sri Bintang Polres Bogor Terapkan e -Tilang BPBD: Empat Warga Pidie Jaya Meninggal Dunia Menurut Budiyanto, jumlah pelanggar meningkat drastis pada Selasa dan Rabu kemarin. “Teguran naik 848 jadi 1.108,” ujarnya. Sementara itu Total pelanggaran sejak awal diberlakukanya kebijakan ganjil genap hingga kemarin, sebanyak 5.947 pelanggar. “Ini karena sanksi yang diberkalukan berupa teguran, bukan sanksi tegas (tilang)” sambung dia. Seperti yang diketahui, Pemprov DKI bersama Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan kebijakan ganjil genap sebagai pengganti 3 in 1 untuk mengurangi kemacetan. Kebijakan ini mengharuskan pengendara mobil menyesuaikan nomor pelat paling belakan dengan tanggal di hari tersebut. Jika tanggal ganjil, maka nomor pelat paling belakang harus ganjil, begitupun sebaliknya. Uji coba diberlakukan 27 Juli sampai 26 Agustus pukul 07.00 sampai 10.00 WIB dan pukul 18.00 hingga 20.00. Titik yang diterapkan ganjil genap yaitu Thamrin – Sudirman – Gatot Subroto. (WM) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : ganjil genap , Tilang , Polda Metro Jaya , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews