Alasan Force Majeure, Manajemen PSIM Bayar Gaji Hanya 50%

YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta masih gamang soal kelangsungan klub. Setelah menolak ikut kompetisi di bawah Tim Transisi, Laskar Mataram masih belum memutuskan untuk membubarkan diri. Keberlangsungan Laskar Mataram yang dibentuk untuk mengarungi Divisi Utama (DU) 2015 diserahkan sepenuhnya ke manajemen. Sementara secara pasti kompetisi telah dinyatakan selesai oleh PSSI sebelum sempat bergulir. Namun Topas “Tepo” Pamungkas dkk masih belum dibubarkan oleh manajemen. “Kami masih menunggu keputusan dari manajemen. Saat ini sudah tidak ada kegiatan termasuk latihan karena diliburkan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” tutur Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro. “Terkait nasib pemain, itu wewenang manajemen karena terkait kontrak. Logikanya, jika sudah diputus maka tak ada lagi kewajiban bersama PSIM atau sudah tak ada lagi ikatan. Status pemain sudah bebas,” imbuh pemegang lisensi B AFC tersebut. Jika tim yang baru dibentuk mulai Februari lalu dibubarkan, Seto berharap manajemen bisa memenuhi hak pemain dan pelatih. Hal tersebut sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani oleh setiap pemain dan pelatih. Khusus mengenai kompensasi akhir tersebut Seto mengaku belum mendapatkan kesempatan untuk membicarakan dengan manajemen tim. Mengenai masa depannya sendiri di PSIM, pelatih yang dua musim dipercaya mengarsiteki Laskar Mataram tersebut masih enggan berandai-andai. Disebutkanya banyak faktor yang mempengaruhi termasuk salah satunya adalah, apakah manajemen tim nantinya akan mengalami perubahan jika digulirkan kompetisi baru yang disebut-sebut dimulai Oktober mendatang. “Apakah nantinya saya masih di PSIM atau tidak, kan belum tahu. Saya juga tidak tahu apakah manajemen PSIM yang musim ini masih sama atau akan berganti. Maka dari itu saya tak bisa berspekulasi karena kondisinya memang tak menentu,” pungkasnya. Terpisah Manajer sekaligus Ketua Umum PSIM Agung Damar Kusumandaru menyebutkan, gaji pemain disebutkannya, tetap dibayarkan hingga Mei ini. Hanya saja sesuai dengan kontrak yang ditandatangani bersama pemain, karena tidak ada kompetisi gaji hanya dibayarkan separuh alias 50%. “Semua ini force majeure . Kami juga tidak bisa berbuat banyak. Tapi untuk kewajiban ke pemain tetap kita bayarkan sampai Mei ini dan hanya 50% karena tidak ada kompetisi,” tandasnya. Mengenai masa depan tim disebutkannya, masih menunggu hasil dari rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Liga Indonesia yang akan berlangsung 12 Mei mendatang. Hanya saja ditegaskannya, PSIM hanya akan bermain di kompetisi resmi PSSI dan bukan di turnamen. Hal itu mempertimbangkan tim dibentuk sejak awal untuk bermain di kompetisi dan bukan turnamen. ( sha ) dibaca 2.424x

Sumber: Sindonews