Jaga keangkeran Sultan Agung

Sindonews.com – Tiga laga kandang berhasil dilalui Persiba Bantul dengan kemenangan skor besar. Seolah Stadion Sultan Agung menjadi momok menakutkan bagi tim mana pun yang meladeni tim kebanggaan publik Bantul ini. Dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL) besok (28/4/2013), Persiba mendapat tantangan lagi, PSIR Rembang. Tim Laskar Sultan Agung jelas menargetkan meraih poin penuh atas tim berjuluk Dampo Awang ini. Rekor positif saat berlaga di home base kebanggaannya menjadi modal penting bagi tim yang didukung kelompok suporter Paserbumi ini. “Bermain di (Stadion) Sultan Agung, siapa pun lawannya, targetnya adalah menang,” kata Asisten Pelatih Albert Rudiana, Sabtu (27/4/2013). Stadion berkapasitas 25.000 orang ini memang menjadi tuah bagi tuan rumah Persiba. Tiga tim sudah merasakan betapa angkernya stadion yang terletak di Desa Pacar, Kecamatan Sewon ini. PSLS Lhokseumawe dipernak 4-1, Persiraja dan Persema Malang masing-masing digelontorkan 4 gol dan 5 gol tanpa balas. Produktivitas gol yang luar biasa. Tiga laga menceploskan 13 gol dan hanya kebobolan 1 gol. Namun, Pelatih Persiba Sajuri Syahid tidak jemawa dengan torehan rekor positif di laga kandang. Dia tetap meminta agar Ezequiel Gonzalez dkk tidak menganggap remeh tim promosi IPL asal Rembang tersebut. “PSIR adalah tim yang kuat, jauh lebih kuat dibanding Persema yang kita kalahkan 5-0 kemarin,” kata Sajuri. Pelatih berlisensi A nasional ini menambahkan, PSIR memiliki materi pemain yang mumpuni, termasuk dua legiun asing Cristian Lenglolo dan Esiah Pello Benson. “Jadi kekuatan PSIR harus tetap diwaspadai, meski kita main di kandang,” imbuhnya. Wajar jika Sajuri tetap meminta tim besutannya tetap mewaspadai kinerja PSIR. Di tabel klasemen, posisi PSIR jauh lebih bagus dibanding Persiba. Saat ini, PSIR berada di posisi 4 besar dengan 13 poin hasil dari 7 laga yang sudah dilalui. Sedangkan Persiba berada dua setrip di bawahnya dengan 10 poin hasil dari 6 laga. Sajuri juga menyadari, menghadapi PSIR ini tidak bisa menurunkan kekuatan penuh. Wing back kanan andalan Nopendi dan kiper utama Wahyu Tri Nugroho dipastikan absen. Dua pemain timnas di era Nil Maizar ini masing-masing akumulasi dua kartu kuning dan cedera. “Posisi Nopendi akan ditempati Kerry Yudiono, sedangkan di mistra gawang kemungkinan Andy Setyawan,” ujarnya. Gelandang serang Slamet Nurcahyo kemungkinan juga harus diparkir karena terlihat kelelahan. Sebagai penggantinya, Octavianus menjadi sosok yang dikedepankan. “Saya kira pemain pelapis siap dimainkan sejak menit pertama,” kata dia. Untuk lini depan, kemungkinan Sajuri akan memasang duet I Made Wirahadi dan Roberto Kwateh. Pemain asal Liberia ini saat mengalahkan Persema, tampil luar biasa. Masuk menggantikan striker Ugiek Sugiyanto, Kwateh mencetak dua gol dalam tempo 3 menit. “Saya harap KWateh bisa bermain seperti saat melawan Persema,” ungkapnya. ( wbs ) dibaca 961x

Sumber: Sindonews