Tak Terima Pacarnya Dipelototi, Dua Pemuda Kelapa Gading Baku Hantam

Jakarta – ‎Dua orang pemuda terlibat baku hantam saat sedang berpapasan di Jalan Inspeksi Kali Sunter, RT04/RW04, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu (24/8) lalu. Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Argo Wiyono, mengatakan kejadian baku pukul antara dua pemuda tersebut disebabkan salah satu pandangan dari pemuda yang sedang nongkrong di lokasi kepada pasangan muda-mudi yang sedang melintas. Pelaku diketahui bernama Muhammad Nur (18), ‎pelajar yang tinggal di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan sedang berjalan bersama teman perempuannya. Sedangkan korban yakni Pikal (26), warga Jalan Tekun I, Rusunawa Kodamar, Kelurahan Kelapa Gading Barat yang sedang nongkrong di pinggiran turap Kali Sunter pada Rabu (24/8) sekitar Pukul 21.00 WIB. “Pada hari tersebut korban sedang nongkrong di lokasi dengan teman-teman lainnya, saat itulah Nur melintas bersama pacarnya sedang menuntun sepeda motor yang kempes bannya,” ujar Argo, Jumat (26/8). Ketika itu, Pikal melihat dengan tatapan berlebihan (melotot) ‎kepada pacar dari Muhammad Nur, sehingga membuatnya berkata, ” Ngapain kamu ngeliatin pacar saya, awas kamu,” kata Argo meniru kalimat pelaku. Setelah itu, pelaku kemudian segera bergegas kembali ke rumahnya dan kembali ke tempat tongkrongan korban sembari membawa senjata tajam jenis samurai dan menghampiri korban. “Saat itu teman-teman korban yang melihat pelaku membawa samurai langsung berlarian, sedangkan si pelaku dan korban sempat baku hantam dan korban mengalami luka di bagian keningnya karena dipukul pelaku,” tambahnya. Menurut Argo, korban yang mengalami luka robek di kening bagian kirinya dan mendapat tiga jahitan, kemudian baru melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kelapa Gading pada ‎Kamis (25/8) kemarin setelah meminta hasil visum ke RS Persahabatan. “Pelaku kami tangkap kemarin malam di kediamannya, selain itu kami juga menemukan senjata tajam jenis samurai yang dibawa pelaku meski belum digunakan,” tandasnya. Atas tindakannya, Muhammad Nur dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana penjara selama maksimal 7 tahun junto Pasal 335 ayat 1 dan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak ‎dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun. Carlos Roy Fajarta/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu