Vardy Mengenang Susah Payah Leicester Musim Lalu

Leicester – Musim lalu Leicester City merangkak-rangkak menyelamatkan diri dari jeratan degradasi. Akhir pekan ini, mereka mengangkat trofi Premier League. Leicester musim lalu nyaris saja turun ke divisi Championship, sebelum akhirnya menyelamatkan diri mereka di pekan-pekan terakhir. Sampai pekan ke-31, mereka saat itu masih ada di dasar klasemen. Tapi rangkaian tujuh kemenangan dan hanya satu kekalahan di sembilan pekan terakhir menyelamatkan mereka dari degradasi musim itu. Tim yang kala itu masih ditangani Nigel Pearson pada prosesnya finis di posisi 14 klasemen akhir. Jika melihat perjalanan pada musim itu, siapa yang menyangka Leicester akan jadi juara di musim ini. The Foxes telah dipastikan merengkuh gelar Premier League dengan dua pekan tersisa setelah sang rival, Tottenham Hotspur, hanya bermain imbang kontra Chelsea, Selasa (3/5/2016) dinihari WIB tadi. Keunggulan tujuh poin anak asuh Claudio Ranieri tak akan bisa lagi dikejar oleh Spurs di dua pekan tersisa. Penyerang Leicester Jamie Vardy pun mengenang bagaimana timnya sudah melalui dua musim yang amat berbeda. “Ini adalah perasaan yang luar biasa, saya tidak pernah tahu ada yang seperti ini. Kami berpayah-payah untuk bertahan di liga musim lalu dan pada Sabtu nanti kami akan mengangkat trofi,” katanya dikutip . “Itu mengingatkan Anda betapa kerja keras yang telah dikerahkan di musim ini dari setiap pemain dan anggota staf pelatih. Ini adalah raihan terbesar dalam sejarah sebuah klub besar dan kami semua merasa terhormat menjadi bagian darinya.” “Terasa jauh lebih spesial bisa mewujudkannya dengan anak-anak ini. Setiap menit kerja keras yang telah kami berikan di lapangan latihan sudah berbuah manis untuk momen ini,” tandas pemain 29 tahun ini. Vardy sendiri turut menjadi fenomena di musim ini. Dia tampil tajam dengan mencetak 22 gol sejauh ini, menjadi pencetak gol ketiga terbanyak di bawah Harry Kane dan Sergio Aguero. (raw/cas)

Sumber: Sport Detik