Unai Emery: Wasit Tidak Fair, Barcelona Dapat Bonus Dua Penalti!

Menurut pelatih Paris Saint-Germain ini, tereliminasinya PSG dari 16 besar Liga Champions terjadi karena pengadil lapangan tidak fair. Selain memberikan dua penalti yang tidak nyata untuk Barca, wasit juga mengabaikan hukuman penalti yang harusnya diberikan kepada kubu Camp Nou.
PSG awalnya tampak bakal lolos dari hadangan Barcelona di leg kedua 16 besar Liga Champions. Apalagi ketika Edinson Cavani mencetak gol di menit 2 yang memaksa skor sementara 3-1. Barca harus mencetak tiga gol tambahan untuk lolos, dan hal itu tidak terjadi sampai menit 87. Namun setelah itu Neymar muncul dengan dua gol dan dua assist untuk merontokkan PSG.
Jelas ini aib besar untuk PSG yang pada leg pertama menang 4-0. Namun, menurut Unai Emery, harusnya wasit bisa bertindak lebih adil. Pasalnya, Barca mendapatkan dua penalti yang terjadi karena pelanggaran lembut terhadap Neymar dan Luis Suarez. Sementara PSG semestinya juga memperoleh penalti ketika Javier Mascherano melakukan handball di kotak terlarang.
Emery menegaskan, Wasit yang memberikan dua penalti bagi mereka (Barca), dan mengabaikan hak penalti bagi kami, memberikan dampak pada skor akhir pertandingan.

Selain itu Barcelona memiliki dukungan suporter yang bisa membangkitkan mental mereka (untuk mengejar agregat). Kami sebenarnya yakin, mampu lolos dari leg kedua ini, tetapi keputusan wasit (yang berat sebelah) menamatkan kami.
Kami memiliki peluang emas melalui (Angel) Di Maria dan (Edinson) Cavani, tapi, dalam lima menit terakhir laga ini, segala sesuatu bisa saja terjadi (PSG kemasukan tiga gol).
Kami memang melewatkan kesempatan besar. Babak pertama mutlak kesalahan kami; karena tak bisa menekan atau megnuasai bola. Kami bertahan terllau dalam, dan mereka punya lebih banyak peluang mencetak gol. Kami membuat kesalahan atas dua gol (Barcelona) di babak pertama.
Kami lebih tenang di babak kedua dan bisa mengatur posisi lebih baik. Kami meningkat; dan punya kesempatan untuk (membuat skor jadi) 3-2. Keputusan wasit telah merusak momentum kami dan kami kehilangan segalanya di menit-menit akhir. Barcelona adalah tim yang mampu melakukan segalanya. Di sisa pertandingan, segalanya adalah lolos atau tidak sama sekali bagi mereka (sehingga bermain lepas dan mencetak tiga gol).

michaelkorsoutletsonlinesale.com Situs Agen SBobet terpercaya